Sign in to follow this  
Followers 0
narwhal

Modus penipuan utang pakan lele

6 posts in this topic

kemarin habis ngobrol sama teman soal budidaya lele tentunya. :D ada hal menarik soal resiko budidaya lele tapi malah dari faktor luar yakni orang lain yang bisa merugikan usaha kita.

jadi ada modus penipuan yang bisa dilakukan orang tidak dikenal atau malah kenalan yang ingin pinjam/utang pakan lele sekian karung. biasanya minimal puluhan sak dan tidak kaget kalau bisa 100 sak. yang kalau ditotal bukanlah nominal rupiah yang kecil. dengan alasan putaran modal tersendat atau sedang ada musibah.

nanti calon korban akan diyakinkan dengan jaminan mobil/motor yang hampir pasti palsu atau milik orang lain. yang dilakukan sebenarnya dari hasil pinjaman pelet lele yang jumlahnya banyak itu sebenarnya akan dijual kembali dengan harga murah. dan tidak lama kemudian akan sulit dicari atau hilang. atau walaupun bisa menagih malah bisa kalah galak. :P

jadi hati2 saja bagi pembudidaya lele pemula maupun sudah ahli. karena buktinya di lingkungan teman saya masih ada saja yang kena tiap tahunnya, padahal sudah banyak yang tahu.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Iya hati-hati aja, soalnya jaman sekarang ini yang namanya penipuan itu bisa banyak macamnya dan banyak caranya.

Kalau yg saya tahu biasanya klo ada yg alasan meminjam pakan dalam jumlah yg banyaj seperti itu biasanya pada saat jatuh tempo dan ditagih, mereka akan beralasan kalau lelenya rugi atau bangkrut, jadi itu alasan mereka saja.

Terus kalau mereka menjaminkan motor atau mobil, bisa jadi itu adalah hasil meminjam dari orang lain, jadi waktu mau kita ambil ternyata ngak bisa karena kendaraan tersebut punya orang lain

Share this post


Link to post
Share on other sites

mas @Remi pernah mengalami atau tahu sendiri kasusnya? kadang niat baik malah disalahgunakan orang. :(

saya sendiri agak kaget ada modus seperti ini, tapi namanya ada celah ya dimanfaatkan orang yang berniat buruk. ya seperti kata bang napi, kejahatan terjadi karena ada kesempatan. kudu waspada.

Share this post


Link to post
Share on other sites
5 hours ago, narwhal said:

mas @Remi pernah mengalami atau tahu sendiri kasusnya? kadang niat baik malah disalahgunakan orang. :(

saya sendiri agak kaget ada modus seperti ini, tapi namanya ada celah ya dimanfaatkan orang yang berniat buruk. ya seperti kata bang napi, kejahatan terjadi karena ada kesempatan. kudu waspada.

Ada sih, tapi kalau setahu saya yg terakhir ini malah bukan ke seseorang atau badan usaha.

Tetapi banyak dari orang ini yang menyalah gunakan program bantuan pemerintah, seperti KUR, atau PNPM Mandiri.

Modusnya sih sama, yaitu minta pinjaman, saat pinjaman diberi, mereka tidak akan pernah ngembalikan pinjaman itu. alasannya klasik yaitu usahanya gagal, rugi, dan sebangsanya. 

Akhirnya banyak modal pemerintah yg macet di tangan orang seperti mereka, padahal programnya bagus, tapi mentalnya yang ngak bener.

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 19/11/2016 at 1:58 PM, Remi said:

Ada sih, tapi kalau setahu saya yg terakhir ini malah bukan ke seseorang atau badan usaha.

Tetapi banyak dari orang ini yang menyalah gunakan program bantuan pemerintah, seperti KUR, atau PNPM Mandiri.

Modusnya sih sama, yaitu minta pinjaman, saat pinjaman diberi, mereka tidak akan pernah ngembalikan pinjaman itu. alasannya klasik yaitu usahanya gagal, rugi, dan sebangsanya. 

Akhirnya banyak modal pemerintah yg macet di tangan orang seperti mereka, padahal programnya bagus, tapi mentalnya yang ngak bener.

eh... jadi inget, ada program pembinaan budidaya ikan dari pemerintah. dan disertai program modal usaha mudah dan bunga sangat rendah. teman saya ikut dan bela2in ke balekambang ada seminarnya waktu itu.

kalau pinjaman ke bank atau koperasi kan wajib ada jaminan. sedangkan kalau dari pemerintah karena niatnya meningkatkan motivasi wirausaha apakah syaratnya dipermudah mas @Remi? tanpa jaminan misalnya? dan kalau sudah kredit macet ga turun debt collector kah?

Share this post


Link to post
Share on other sites
11 hours ago, narwhal said:

eh... jadi inget, ada program pembinaan budidaya ikan dari pemerintah. dan disertai program modal usaha mudah dan bunga sangat rendah. teman saya ikut dan bela2in ke balekambang ada seminarnya waktu itu.

kalau pinjaman ke bank atau koperasi kan wajib ada jaminan. sedangkan kalau dari pemerintah karena niatnya meningkatkan motivasi wirausaha apakah syaratnya dipermudah mas @Remi? tanpa jaminan misalnya? dan kalau sudah kredit macet ga turun debt collector kah?

Karena kecurangan tersebut, biasanya program pemerintah banyak yg macet dan sudah tidak diperpanjang lagi.

Dan yg saya tahu kalau sekarang banyak program pemerintah yg berbentuk hibah. jadi langsung terserah kepada masing2 individunya. Dan memang ngak perlu dikembalikan barang hibahnya.

Kalau soal debtcolector, saya tidak pernah melihat secara langsung, soalnya biasanya cara kerja mereka itu secara diam2, dan ngak banyak orang yg tahu. tetapi tetap tidak menutup kemungkinan kalau proses penagihan utang tersebut tetap ada.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0

  • Similar Content

    • By narwhal
      Mencari tutorial yang membahas bagaimana caranya budidaya ikan lele kok rasanya lebih mudah daripada yang bicara soal butuh berapa modalnya dan keuntungannya. Kali ini saya mau share sedikit ilmu dari kedua teman saya yang kebetulan sudah 2 tahun terjun di dunia ternak lele. Disini semuanya hanyalah estimasi saja dan disederhanakan, jadi angka - angka yang digunakan harap dipakai sebagai referensi saja. Juga lokasi di Malang, kalau mas/mbak asalnya dari wilayah lain harap disesuaikan juga.
      Pengeluaran pertama adalah untuk pembuatan kolam terpal dan skalanya adalah kecil. penggunaan terpal karena lebih cepat dan murah untuk memulai usahanya, jadi irit modal dibandingkan membangun kolam permanen. bisa kelamaan dan habis modal kalau masih awam tapi nekat terjun. kecuali ada binaan dari kelompok tani atau koperasi.
      Anggap saja kita akan membuat satu kolam terpal sendiri dengan ukuran 2,5x3x1 meter:
      Maka ongkos terpalnya dengan jenis A10 sekitar 200.000. Harga bambu untuk rangkanya (asumsi 5 batang sudah cukup) sekitar 100.000. Total Rp. 300.000,- Selanjutnya adalah harga bibit lele, ada berbagai macam jenisnya (dumbo, kampung, sangkuriang) dan ukurannya tapi dipermudah disini:
      Bibit lele 2000 ekor dengan ukuran 5-7cm @150, jadi totalnya 300.000. Biaya pakan lele selama 3 bulan, 160kg @ 10.000 = 1.600.000 Total Rp. 1.900.000,- Estimasi panen lele:
      Rasionya sekitar 30% lele yang ada di kolam mati sampai masa panen (asumsi 3 bulan). Jadi 600 ekor lenyap dan sisanya 1400 ekor. Kemudian dalam 1 kg ada 8 ekor. Dan harga 1kg adalah 16.000 ke tengkulak. Maka 1 kolam ini kalau dihitung hasilnya kalau dijual adalah 1400/8*16.000 = 2.800.000 Jadi pemasukan kotornya adalah Rp. 2.800.000 Kalau semuanya direkap maka:
      Hasil panen pertama dikurangi modal, jadi 2.800.000 - 2.200.000 dan keuntungan bersihnya adalah Rp. 600.000. Panen seterusnya tidak perlu menghitung biaya kolam terpalnya lagi karena sudah ada, jadi bersihnya naik jadi Rp. 900.000. Semakin banyak kolam semakin besar potensi pendapatannya. Apalagi kalau ukurannya juga lebih besar. Semua perhitungan usaha budidaya lele diatas adalah dengan asumsi kondisinya ideal. Sebelum anda mengawalinya sangat disarankan mencari informasi tengkulak/pengepul lele di wilayah anda. karena kalau sudah terlanjur masa panen dan tidak bisa dijual ya sama saja rugi nantinya.
      silahkan dikomentari, atau dikoreksi apabila ada yang salah. apalagi kalau mau ikut berbagi perhitungannya bagi yang sudah menjalankan usaha ternak lelenya biar saling membantu.
    • By prabowo
      salam kenal.........sudah jamak salah satu permasalahan yg banyak dialami bg para pemula dalam suatu bidang usaha, tentu salah satu yg menjadi beban fikiran utama adalah bukannya cara memulai atau proser produksinya melainkan cara pemasarannya bagaimana? nah dulur ini pulalah yg sekarang saya dan mungkin juga banyak dr para pemula alami dalam hal pemasaran bibit lele kami , mohon solusi dan arahannya.......!