Sign in to follow this  
Followers 0
lindon

Budidaya Jamur Tiram

19 posts in this topic

Ada yang tertarik bertani Jamur Tiram...? dulu hampir 2 tahun jalani bisnis ini.., keuntungannya lumayan. tapi halangannya juga lumayan.. :D:D:D

Oh iya sebenarnya Jamur macamnya banyak sich yang bisa di budidayakan.

Tapi ternyata saya jatuh hatinya sama Jamur Tiram (Oyster Mushroom).  berikut penampakannya., 

74769_4959101461165_1539661284_n.jpg536581_4959093780973_93865132_n.jpg308822_4959103981228_205395481_n.jpg

1 person likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites

belum ada mas @lindon silahkan dishare pengalaman budidaya jamur tiramnya gimana. dari gambarnya tampaknya mantap tuh. :D 

mungkin biar mencerahkan yang awam bisa dijelaskan kok milih jamur tiram dibandingkan misal jamur kuping atau jamur2 lainnya?

Share this post


Link to post
Share on other sites
9 hours ago, narwhal said:

belum ada mas @lindon silahkan dishare pengalaman budidaya jamur tiramnya gimana. dari gambarnya tampaknya mantap tuh. :D 

mungkin biar mencerahkan yang awam bisa dijelaskan kok milih jamur tiram dibandingkan misal jamur kuping atau jamur2 lainnya?

 
Jadi sebenarnya knp saya pilih bisnis jamur tiram,  terus terang karena saya diajak.., jadi bisa dikatakan jamur tiram yang memilih saya untuk bisnis ini,  😂
 
namun berlasan sekali kok knp yang ngajak saya pilih jamur tiram untuk bisnis,  jadi alasannya sbb; 
  1. Teman yang ngajak sudah punya pasar,  hebat ya belum budidaya eh sudah punya pasar 😃.  
  2. modalnya gak terlalu besar dibandingkan budidaya sapi,  jadi sebenarnya untuk bisnis ini gak butuh sapi sama sekali., eh maksudnya untuk lahan gak butuh lahan luas dan untuk bahan gak butuh beli karna medianya bisa buat sendiri tapi waktu itu kita beli karna gak mau ribet 😊
  3. Keuntunganya lumayan apalagi lahannya pakai lahan sendiri dan diolah sendiri satu tahun bisa beli mobil meski mobil bekas 😲
  4. Panennya Jamur Tiram coba tebak berapa hari bulan sekali...??  dan jawabannya adalah satu hari sekali aliass tiappp hariii bossss 😊😃😁😰,  waduh pasarnya kewalahan gak ya.. 
  5. Gak percaya coba deh budidaya sendiri 😂👍. 

     

Edited by lindon
1 person likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites
8 hours ago, T0mbro said:

resiko dan hasil berbandingan lurus ya bos @lindon :D:D:D

jadi betul sekali bos Tombro..,  saya yakin anda pernah bisnis ikan tombro.. 

ada pribahasa

happines doest not comes from doing easy work but afterglow of satisfaction that comes after the achievement of difficult task that demanded our best. 

yang artinya 

  1. Hama
  2. kompetitor masalah (HPP) harga pokok penjualan
  3. inkonsistensi 
  4. Malas

dan musuh paling besar adalah no 3 dan 4 😂

2 people like this

Share this post


Link to post
Share on other sites

eh... beneran panen jamur tiram itu setiap hari? baru tahu saya. istimewa sekali kalau gitu. pantas banyak produk olahan hasil panennya ya, soalnya kalau dijual semua pun serapan masyarakat terbatas.

keuntungannya sendiri lumayan jadi tinggal masalah penjualan, ini katanya sudah punya pasar apa jual langsung ke konsumen/pengusaha lain atau lewat tengkulak mas @lindon?

dan kalau dihitung mulai dari nol/start itu berapa hari siap panen jamurnya? setelah itu tinggal ngerawat saja kan?

 

1 person likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites
14 hours ago, lindon said:

jadi betul sekali bos Tombro..,  saya yakin anda pernah bisnis ikan tombro.. 

ada pribahasa

happines doest not comes from doing easy work but afterglow of satisfaction that comes after the achievement of difficult task that demanded our best. 

yang artinya 

  1. Hama
  2. kompetitor masalah (HPP) harga pokok penjualan
  3. inkonsistensi 
  4. Malas

dan musuh paling besar adalah no 3 dan 4 😂

Semakin bijak sekal bos @lindon :D....tanpa kerja keras kita mustahil mendapat hasil yang maksimal.

Menurut ane no 4. Malas....merupakan penyakit yang paling berat, penyakit M ini pasti hinggap kapanpun dan dimanapun hahahaha

Share this post


Link to post
Share on other sites

Saya jg punya teman yg pernah sukses untuk budidaya jamur tiram ini, hasilnya menurut dia cukup lumayan, bahkan sampai kualahan dalam memenuhi permintaan pasar.

Tetapi kalau permasalahan yang dihadapi teman saya ini sedikit berbeda yaitu pada tenaga kerjanya.

Pada waktu itu karyawan dia ada yg keluar jadi dia ngak sanggup ngurus usaha jamur itu sendiri. jadi ditutup deh usaha jamur itu.

Sayang banget kelihatannya

1 person likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 11/11/2016 at 5:33 AM, narwhal said:

eh... beneran panen jamur tiram itu setiap hari? baru tahu saya. istimewa sekali kalau gitu. pantas banyak produk olahan hasil panennya ya, soalnya kalau dijual semua pun serapan masyarakat terbatas.

keuntungannya sendiri lumayan jadi tinggal masalah penjualan, ini katanya sudah punya pasar apa jual langsung ke konsumen/pengusaha lain atau lewat tengkulak mas @lindon?

dan kalau dihitung mulai dari nol/start itu berapa hari siap panen jamurnya? setelah itu tinggal ngerawat saja kan?

 

iya betul tiap hari..,  jadi waktu itu kita beli 5000 baglog jadi setiap hari baglog panennya beda2,  panen paling besar bisa sampai 50 kg satu hari

jualnya ke tengkulak bos @narwhal, kebetulan temen saya di pasar tradisional ada kenalan tengkulak.. 

jadi untuk klu dari awal..,  kita lihat dulu awalnya.., 

awal disini kita melihat kondisi baglog sejak kita beli dari bakul baglog.., kita mesti melihat miselium baglog biasanya sich klu dari awal jadi waktu itu kurang lebih 1 bulan.. klu setelah ya tinggal merawat,  merawat disini juga tidak kalah susah soalnya kita harus memperhatikan suhu kumbung agar tetap lembab karna jika agak panas jamur bisa kering dan warnanya kekuningan.. hama juga bisa menyerang klu kita tidak menjaga dengan baik. 

 

Edited by lindon

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 11/11/2016 at 11:47 AM, T0mbro said:

Semakin bijak sekal bos @lindon :D....tanpa kerja keras kita mustahil mendapat hasil yang maksimal.

Menurut ane no 4. Malas....merupakan penyakit yang paling berat, penyakit M ini pasti hinggap kapanpun dan dimanapun hahahaha

betul bos.., komiten dan kerja keras.  klu sudah M ayahab...  😂😂

Share this post


Link to post
Share on other sites

Saya baru inget, klo budhe sy gagalnya dalam budidaya jamur tiram ini karena terlalu banyak dibagi-bagikan ke saudara dan kenalan.

Jadi dibuat seperti oleh-oleh gitu, makanya ngak untung, dan bahaimanapun juga kan tetap ada ongkos pekerja, jadi itungannya malah rugi deh.

Setelah itu karena dirasa rugi maka usaha jamur ini ngak diteruskan lagi.

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 17/11/2016 at 11:18 AM, Remi said:

Saya baru inget, klo budhe sy gagalnya dalam budidaya jamur tiram ini karena terlalu banyak dibagi-bagikan ke saudara dan kenalan.

Jadi dibuat seperti oleh-oleh gitu, makanya ngak untung, dan bahaimanapun juga kan tetap ada ongkos pekerja, jadi itungannya malah rugi deh.

Setelah itu karena dirasa rugi maka usaha jamur ini ngak diteruskan lagi.

skala usahanya berapa besar itu? kalau dibagi2kan merugi berarti masih berat di operasionalnya. ga dimulai dengan ngerawat sendiri ya jamur2nya? buat menekan biaya pengeluaran.

tahu modalnya dan jumlah pekerjanya mas?

Share this post


Link to post
Share on other sites
11 hours ago, narwhal said:

skala usahanya berapa besar itu? kalau dibagi2kan merugi berarti masih berat di operasionalnya. ga dimulai dengan ngerawat sendiri ya jamur2nya? buat menekan biaya pengeluaran.

tahu modalnya dan jumlah pekerjanya mas?

Untuk modal dan juga jumlah pekerjanya, saya kurang tahu persis. Karena usaha jamur ini dilakukan budhe saya pada periode 2010-2011 jadi sudah cukup lama juga.

Saya rasa pada waktu itu, budhe saya hanya ikut-ikutan saja, jadi tidak punya rencana bisnis yg matang, dan belum lagi bisnis lain yg juga perlu perhatian, sehingga bisnis jamur ini tidak terlalu mendapat perhatian. 

Share this post


Link to post
Share on other sites
23 hours ago, narwhal said:

skala usahanya berapa besar itu? kalau dibagi2kan merugi berarti masih berat di operasionalnya. ga dimulai dengan ngerawat sendiri ya jamur2nya? buat menekan biaya pengeluaran.

tahu modalnya dan jumlah pekerjanya mas?

hmm jadi hitungan sederhana untuk baglog waktu itu sbb.; 

karna kita baglog gak buat sendiri alias beli,  untuk 1 baglog dengan berat -+ 1,5 kg harga Rp 2. 700, -

jadi untuk 5000 baglog 

=5. 000 x 2. 700 

=Rp 13.500.000, -

sedang untuk hasil, anggap 1 baglog bisa menghasilkan 0, 7 kg

bisa dihitung untuk 5000 baglog

= 5000 baglog x 0, 7 kg

= 3500 kg

sedang untuk 1 kg kita jualnya -+ Rp13000

jadi..

3.500kg × Rp 13000 =Rp45.500.000

dari modal awal baglog 13.500.000, -

 

1 person likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 22/11/2016 at 7:32 AM, Remi said:

Untuk modal dan juga jumlah pekerjanya, saya kurang tahu persis. Karena usaha jamur ini dilakukan budhe saya pada periode 2010-2011 jadi sudah cukup lama juga.

Saya rasa pada waktu itu, budhe saya hanya ikut-ikutan saja, jadi tidak punya rencana bisnis yg matang, dan belum lagi bisnis lain yg juga perlu perhatian, sehingga bisnis jamur ini tidak terlalu mendapat perhatian. 

wah sayang sekali ya ga ada detailnya biar jadi pelajaran. :D waktu itu mungkin mas @Remi belum kepikiran cari tahu. :P kalau bisnis lebih dari satu memang agak aman untuk merintis lainnya, apalagi kalau modalnya termasuk rendah seperti jamur ini.

11 hours ago, lindon said:

hmm jadi hitungan sederhana untuk baglog waktu itu sbb.; 

karna kita baglog gak buat sendiri alias beli,  untuk 1 baglog dengan berat -+ 1,5 kg harga Rp 2. 700, -

jadi untuk 5000 baglog 

=5. 000 x 2. 700 

=Rp 13.500.000, -

sedang untuk hasil, anggap 1 baglog bisa menghasilkan 0, 7 kg

bisa dihitung untuk 5000 baglog

= 5000 baglog x 0, 7 kg

= 3500 kg

sedang untuk 1 kg kita jualnya -+ Rp13000

jadi..

3.500kg × Rp 13000 =Rp45.500.000

dari modal awal baglog 13.500.000, -

 

wew... istimewa sekali untungnya, ini setelah sebulan ya mas? baglognya apa bisa dipakai terus atau perlu ada pergantian setelah sekian kali dipakai? biaya lain2nya apa saja mas? ga mungkin cuma baglog dan digeletakin di halaman kan. :P

dan pertanyaannya, dengan margin untung segitu kok ga dilanjutin dengan bayar pekerja lagi saja mas @lindon atau sistem bagi hasil supaya lebih termotivasi orangnya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0